Ini adalah bagian akhir dari aktivitas yang dilakukan Manulife yang membuat kegiatan bertajuk Kopdar Investarian bersama bloger Semarang. Peserta banyak diberikan edukasi seputar investasi dan tentang produk dari mereka.

Sabtu siang (16/3), bertempat di Kirakira resto, acara ini dilangsungkan. Bila dicermati, beberapa materi yang disampaikan sudah pernah kami dapatkan. Dan tentu, tujuan akhir dari setiap acara yang diikuti bloger adalah informasi dapat disebarkan lewat blog masing-masing.

Sebelum dimulai, seperti biasa, para bloger diajak meramaikan timeline Twitter. Salah satu cara pemasaran di era media sosial untuk acara adalah dengan menaikkan tagar menjadi trending.


Materi 

Selama persentasi, pak Legowo, Direktur MAMI, menjadi pembicara utama. Hampir keseluruhan waktu beliau tampil. Buat yang mengikuti dari awal kegiatan, wajah beliau tentu sangat familiar.

Dimulai dengan sebuah pertanyaan mengapa harus investasi? Tentu artikel ini sudah banyak ditemukan di mesin pencari, andai saja kamu masih belum jelas. Investasi bisa menambah nilai uang ketimbang menabung yang dapat berkurang, semisal menabung di bank. Itu karena potongan biaya administrasi dan lain sebagainya.

Pasar modal, reksa dana dan beberapa materi seperti awal kami sebutkan sudah pernah dikenalkan kepada kami. Ini semacam pengulangan kembali.

Ada yang menarik dari slide persentasi yang salah satu slidenya berisi tulisan 'Makanmu udah halal kalau urusan duitmu gimana? Menggelitik namun itu sebuah kampanye menarik menurut kami.

Kita diajak membahas reksa dana syariah. Sekarang, apapun rasanya sudah sering mendengar kata syariah. Termasuk dalam produk MAMI.

Syariah di Mami sudah dalam pengelolaan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan. Kemudian diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Komisaris dan Direksi MAMI.

Peserta juga diajak mengikuti kompetisi live tweet dan dibagian akhir mendapatkan beberapa doorprize.  Berikut selengkapnya.



Pembelian Reksa Dana lewat situs Klik Mami

Yang menarik buat kami adalah pembelian reksa dana yang dapat dilakukan lewat Indomaret. Tentu, selain itu bisa gunakan kanal lain seperti BCA, transfer dana dan virtual account.

Mas Surya

Dalam sesi workshop, kita dibawa menuju situs klikmami.com. Semua produk reksa dana ada di dalam situs tersebut. Bila belum memiliki akun, silahkan daftar dahulu. Mudah dan tinggal nunggu 1x24 jam.

Untuk diketahui, jumlah unit penyertaan reksa dana semisal kita investasi 100 ribu, maka kita punya unit sebanyak 100 lembar.

Untuk pembelian reksa dana, tinggal klik transaksi kemudian muncul form pembelian dan pilih produknya. Untuk transaksi pagi hari, kita bakal dapat sore hari. Dan sebaliknya, bila bertransaksi sore, maka dapatnya esok pagi hari.

Untuk pembelian lewat Indomaret, bakal kena tambahan biaya administrasi sekitar 3 ribu rupiah. Pembelian reksa dana maksimal hingga 5 juta dan itu harus antar bank. Bila lewat transfer bisa 1x24 jam, lewat Indomaret harus menunggu hingga 3x24 jam.


..

Berakhir sudah semua rangkaian tentang investasi yang diberikan oleh Manulife. Semoga ada acara berikutnya yang masih merangkul bloger untuk edukasi dan berbagi informasi.

Kamu bisa hubungi MAMI lewat media sosial seperti Facebook (@reksa.dana.manulife), Instagram (@reksa.dana.manulife), Twitter @ManulifeRD dan Youtube (Reksa Dana Manulife).

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap
Kopdar Investarian 3 dan 4 : Mudahnya Pembelian Reksa Dana Lewat Situs Klikmami.com
4/ 5 stars - "Kopdar Investarian 3 dan 4 : Mudahnya Pembelian Reksa Dana Lewat Situs Klikmami.com" Ini adalah bagian akhir dari aktivitas yang dilakukan Manulife yang membuat kegiatan bertajuk Kopdar Investarian bersama bloger Semarang. Pe...


Kami takjub saat pertama kali ke sini dalam rangka sebuah acara. Terutama desain dan pemanfaatan ruangan yang kami pikir, ini lobi hotel? Ini bukan postingan review atau konten berbayar, kami hanya ingin membawanya ke blog dotsemarang karena kami suka saja.

Kami sudah mengubek-ubek mesin pencari dan media sosial, kapan resminya Kirakira Resto ini resmi dibuka. Saat membuka situs resminya yang beralamat www.kirakira.id, kami selalu diarahkan ke official Instagram mereka yang bernama @kirakiraresto. Semacam direct link.

Opening


Awal post di Instagram, Kirakira Resto mempostnya pada bulan Juli 2018 sebagai penanda bahwa mereka akan segera hadir atau bahasanya 'coming soon'. Dan penanda bahwa mereka resmi buka pada tanggal 12-12-18.

Semarang punya tempat baru lagi yang berada di jalan Taman Ade Irma Suryani nomor 10, dekat dengan hotel Whiz Semarang. Tinggal masuk ke gang sebelah hotel dan menemukan Kirakira yang persis di depan taman dengan bangunan berbentuk rumah.

Arena bermain


Seperti pada umumnya sebuah restoran atau tempat nongkrong, suasana sangat penting diperhatikan saat ini. Kirakira adalah salah satu tempat yang instagramable yang ada di Semarang menurut kami.

Ada banyak ruangan yang disediakan di sini. Mulai ruang untuk ngopi bareng, makan bersama keluarga, ruang pertemuan dan satu yang menarik perhatian kami, ruang bermain anak.

Entah konsep apa yang diusung dari tempat ini karena kami tidak berbicara dengan pemilik atau mencari tahu lebih detail. Yang pasti, untuk membawa keluarga dengan anak-anak, tempat ini salah satu yang bisa dicoba.







Daftar menu

Untuk daftar menu makanan, kami tidak dapat membawanya karena kami datang hanya saat mengikuti acara saja. Namun bila membaca komentar di Google, daftar menunya tersedia makanan seperti Chinese food, Western food dan juga makanan fusion lainnya.

Kirakira buka dari jam 10 pagi hingga 10 malam untuk hari biasa. Sedangkan akhir pekan, Sabtu dan Minggu, buka dari jam 9 pagi hingga 10 malam.

Tempat ini bisa digunakan untuk acara. Dan ini acara yang kami ikuti. Detailnya klik di sini.
..

Bila membaca komentar via Google Map, arena bermain tiap anak dikenakan biaya. Detailnya silahkan buka sendiri. Kami tidak masuk soalnya.

Kirakira Resto mengusung konsep Dine, Shop & Play, menairk untuk dicoba bila kamu sedang mencari tempat nongkrong di Semarang.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap
Kirakira Resto & Cafe, Tempat Nongkrong Dengan Playground
4/ 5 stars - "Kirakira Resto & Cafe, Tempat Nongkrong Dengan Playground" Kami takjub saat pertama kali ke sini dalam rangka sebuah acara. Terutama desain dan pemanfaatan ruangan yang kami pikir, ini lobi hotel? In...


Dengan tempat yang berbeda, namun orang-orang yang sama, kumpul komunitas edisi kedua yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Semarang kembali hadir. Bila yang pertama masih dihabiskan dengan sesi perkenalan, kali ini lebih banyak bicara tema.

Bertempat di Basilia Cafe & Dine, acara Rabu sore (20/3) itu dilaksanakan. Pembahasan kali ini lebih serius dengan tema Semarang Smart Health. Sebagai kota yang mendapatkan penghargaan Kota Sehat, dan program Semarang Smart City, Smart Health jadi sebuah harapan untuk terus menjadikan Semarang Semakin Hebat (tagline).

Smart healt

Disebutkan dalam artikel activeadvice.eu, saat ini kehidupan sehari-hari kita dipengaruhi berbagai teknologi baru. Sistem perawatan kesehatan saat ini juga telah mengakui keuntungan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Perawatan kesehatan yang cerdas atau smart healthcare didefinisikan oleh teknologi yang mengarah pada alat diagnostik yang lebih baik, perawatan yang lebih baik untuk pasien, dan perangkat yang meningkatkan kualitas hidup bagi siapa pun dan semua orang.

Konsep kunci dari smart health termasuk layanan eHealth dan mHealth, manajemen catatan elektronik, layanan rumah pintar dan perangkat medis yang cerdas dan terhubung. Istilah mHealth adalah kependekan dari kesehatan seluler.

Semarang Smart health

Dalam hubungannya dengan Kota Cerdas atau Smart City, untuk mewujudkannya juga harus memikirkan masyarakatnya. Smart health yang coba dimasukkan dalam diskusi kami merupakan bagian dari Smart City yang sedang dikembangkan Kota Semarang.

Bila kita buka situs smartcity.semarangkota.go.id, kesehatan masuk dalam kategori Smart Society. Di sana, kita akan menemukan beragam informasi seperti kamar tersedia, data rumah sakit, data puskesmas, Ambulan Hebat dan sebagainya.

Semarang smart health yang sedang kami bicarakan sudah terlihat beberapa kerangkanya. Bahkan DinKes Kota Semarang memiliki banyak alat yang sudah terhubung teknologi, seperti aplikasi dan sebagainya.

Seperti apa Semarang smart health ini, kami pun belum mengetahui seperti apa kedepannya. Yang pasti diskusi ini sedang mencari apa yang bisa dikemas dan dihasilkan untuk menuju smart health tersebut.

Sebuah slide menarik dari akun slideshare milik Okty Nindyati yang membahas smart health cukup menarik untuk diketahui berikut ini. Semoga kamu yang nyasar di sini, sedikit membantu gambaran tentang tema ini.



...

Diskusi akan berlanjut diwaktu berikutnya. Mungkin pertemuan ketiga besok, kami bisa melihat lebih jelas tentang Smart Health yang coba dibawa Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam diskusi bersama komunitas.


Sebagai bloger, kami lebih melihat informasi apa yang dapat kami bantu sebarkan untuk mendapatkan feedback. Ditunggu artikel berikutnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap
Semarang Smart Health ?
4/ 5 stars - "Semarang Smart Health ?" Dengan tempat yang berbeda, namun orang-orang yang sama, kumpul komunitas edisi kedua yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Semarang kembali ...


Taman Halmahera Semarang tampil dengan semakin informatif dan edukatif.  Baru-baru ini kami mengunjunginya setelah yang pertama kami bawa ke blog dotsemarang akhir tahun 2017. Setahun lebih rupanya, kira-kira seperti apa perbedaannya?

Jumat pagi (22/3/2019), dengan suasana setelah hujan, kami mengunjungi taman yang penuh warna-warni ini. Sekarang sudah banyak tersedia informasi yang ditaruh di taman.

Seperti papan pengumuman, nama pohon dengan papan kecil berwarna biru, hingga tata tertib pengunjung taman yang dibuat Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang.

Taman ini juga ditandai sebagai kawasan bebas asap rokok dan ruang bermain ramah anak. Dan sebuah papan himbauan untuk Standar Operasional Prosedur (SAP) tanggap darurat. Berikut foto-foto selengkapnya.











Bagaimana pendapatmu?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap
Taman Halmahera yang Semakin Edukatif dan Informatif
4/ 5 stars - "Taman Halmahera yang Semakin Edukatif dan Informatif" Taman Halmahera Semarang tampil dengan semakin informatif dan edukatif.  Baru-baru ini kami mengunjunginya setelah yang pertama kami bawa ke...


Hal pertama yang kami bayangkan tentang acara ini adalah melihat langsung sosok Kepala Dinas Pariwisata Semarang yang baru, Ibu Indriyasari (foto tengah). Dari sisi penampilan, beliau lebih menarik. Kemudian, tentu saja tema yang diangkat.

Sebagai salah satu bagian dari pemasaran, bloger dapat dimanfaatkan pengaruhnya untuk mengkampanyekan sebuah promosi. Dua tahun terakhir kami sudah jarang berkunjung ke kantor Dinas Pariwisata Kota, maka harapan untuk dapat bertemu dengan kepala Dinas baru ini sangat besar.

Kami harap program pariwisata mereka semakin lebih baik dan sasarannya lebih dapat di era orang-orang yang membicarakan generasi milenial. Termasuk melibatkan influencer dalam masa baktinya beliau yang dari sisi penampilan lebih muda dan memahami era sekarang.

Acara Peer to peer on stage 

Ini pertama kalinya kami mengikuti acara yang diadakan Radio Idola Semarang. Mengusung tema 'Lifestyle Tradisional di Era Millenial, OK kah?', acara ini digelar di Puri Lobby Ground Floor, Hotel Ciputra Semarang, Kamis sore (28/2/2019).


Selain menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Ibu Indriyasari, Ada pak Charles yang akhirnya untuk pertama kali mau berbagi di depan orang banyak selama karirnya.

Beliau merupakan Peracik/Pakar Jamu Perusahaan Jaya Kemilau dan juga generasi ketiga dari pendiri pabrik jamu Nyonya Meneer. Terakhir, ada ada pak Andy Bangkit Setiawan, Peneliti Sosiologi dan Intellectual History.

Yang menarik dari acara ini selain acara itu sendiri adalah kehadiran Batik Margaria yang mempromosikan produk pakaian mereka dengan sebuah fashion show dihadapan para peserta. Sebuah ide bagus untuk kami yang pertama kali ikutan.


Lifestyle Tradisional di Era Millenial, OK kah ?

Gaya hidup tradisional kali ini banyak disinggungkan dengan jamu yang memang salah satu pembicaranya ada di sana. Manusia di era sekarang ini makin kesini makin ingin lebih sendiri. Namun harus tetap terhubung teknologi.

Slogan back to nature juga menjadi sisipan pembicaraan yang sering kami dengar tentunya. Yang menarik saat ini, permintaan global untuk jamu semakin banyak. Termasuk tren konsumsi obat herbal.

Ketika menyinggung jamu, pak Charles memberikan update tentang tren Pegagan yang kurang lebih sama seperti ginkgo biloba yang dapat meningkatkan kecerdasan anak dan orang tuanya. Produk ini banyak yang diminta masyarakat dunia.

Jamu adalah bagian budaya Indonesia, kita harus dorong untuk mengembangkannya. Permintaan dunia masih tinggi. Saat ini yang perlu diperhatikan agar diterima masyarakat dunia adalah bagaimana mengemas produk maupun cara menjualnya.

Apalagi era teknologi, semua lebih mudah dalam hal pemasarannya. Pengalaman pak Charles saat memasarkan produknya, malah banyak masyarakat dari negara Australia yang memesan. Kenapa tidak masyarakat Indonesia sendiri. Ya, inilah teknologi yang banyak membantu.

Pak Charles juga membuat inovasi dengan jamu, yaitu Temulawak Latte. Bagi milenial, istilah latte tentu menarik. Inovasi beliau ini dikembangkan di Bali. Di sana, permintaan yang berhubungan dengan herbal sangat tinggi.

Konten lokal

Bila Pak Charles banyak bicara soal jamu, sesi Bu Indri berbicara tentang konten lokal, yakni bahan lokal yang berhubungan dengan tradisional dan alam.


Pemerintah Semarang memiliki kebijakan untuk membangun kampung tematik. Setiap tahun, tiap kecamatan membuat kampung tematik. Sudah dilakukan sejak tahun 2016.

Kampung tematik Semarang sendiri memiliki banyak konsep, tergantung dari keunggulan kampung itu sendiri. Ada kampung Anggrek hingga kampung jamu. Bahkan di Semarang juga ada kafe yang semua bahannya berasal dari jamu. Termasuk desa wisata yang menyuguhkan sisi tradisional, seperti kulinernya.

Selain itu temulawak bukan hanya untuk makanan maupun minuman, namun juga bisa digunakan buat perawatan (digunakan untuk spa) di Semarang.

Konsep jamu di era milenial memang sedikit bergeser, bahannya memang masih sama, tapi kemasan dan pemasaran hingga penyajiannya pun mengikuti era sekarang. Seperti es krim jamu.

Cara menangai pasien dokter-dokter Eropa yang menarik

Beralih sesi pak Andy Bangkit yang menceritakan bagaimana dokter di Eropa menangani pasiennya untuk menganjurkan pasiennya datang ke alam-alam terbuka hingga museum. Tujuannya untuk menghilangkan stress.

Konsep untuk kesehatan itu sendiri sudah berubah sebenarnya. Dan sangat drastis sekali. Coba kita lihat negara tetangga, Malaysia,  yang di rumah sakitnya menyediakan pengobatan tradisional, seperti akupuntur hingga pengobatan herbal.

Pak Andy juga menyinggung soal bonus demografi tahun 2030 dan ini salah satu faktor konsumtif yang berpengaruh pada penggunaan tradisional. Produsen harus merespon keinginan generasi muda tahun tersebut. Karakternya sudah berbeda.

Apakah ini tren atau?

Pemikiran back to nature sebenarnya muncul pada tahun 70'an dan ini menjadi landasan ideologisnya Greenpeace dan sebagainya. Saat melihat orang-orang berangkat ke kantor menaiki sepeda, apakah itu back to nature atau tren saja? Atau sambil pamer harga sepeda yang mahal.

Hidup di era sekarang ini yang masih membawa tradisional, pak Andy mencontohkannya pada masyarakat Jepang. Secara fisik mereka berubah tapi tidak dengan pemikirannya. Ambil contoh saat membeli mobil baru.

Bila sebagian masyarakat kita ada yang langsung mencoba dulu atau test drive, bahkan langsung jalan-jalan bersama keluarga, sebagian masyarakat Jepang malah dibawa dulu ke kuil untuk didoain. Ini artinya, meski dari sisi fisik modern, dalam dirinya atau pola pikir, masih tradisional.

Keprihatinan

Pak Charles memberi perhatian pada orang asing yang tinggal di Indonesia. Mereka bisa membuat produk jamu dan dapat mengklaim yang paling bagus. Bahkan peramu jamu yang hebat di Bali yang beliau temui adalah orang Prancis.

Bila orang-orang seperti mereka dapat melihat pasar negara mereka, menyesuaikan, bisa jadi merekalah yang membuat jamu. Bukan orang Indonesia yang memiliki budayanya.

Maka dari itu, kita harus terus berinovasi dan melestarikan. Petani kita juga butuh standar agar diakui dunia. Kalau pasar yang ngatur, itu memang yang diinginkan. Sebaliknya, ini bisa bahaya buat kita.

..

Era memang sudah berubah. Sekarang jamannya milenial, namun warisan budaya leluhur masih dipakai. Teknologi kecantikan dan kesehatan masih memanfaatkan hal itu.

Masyarakat di era sekarang yang modern tetap peduli dengan yang tradisional tentunya. Boleh saja fisik modern, tapi pemikiran tradisional. Dan sebaliknya.

Untuk itulah, sangat penting menggabungkan keduanya atau kolaborasi mengikuti perkembangan era sekarang ini. Gaya boleh milenial, era boleh milenial tapi kita jangan tinggalkan tradisional.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap
[Event] Gaya Hidup Tradisional di Era Milenial
4/ 5 stars - "[Event] Gaya Hidup Tradisional di Era Milenial" Hal pertama yang kami bayangkan tentang acara ini adalah melihat langsung sosok Kepala Dinas Pariwisata Semarang yang baru, Ibu Indriyasari ...



Otomotif - Honda kembali mengenalkan kendaraan listrik untuk pengiriman barang. Scooter Elektrik Benly yang sebelumnya berkapasitas mesin 110 cc kini sudah disetrum tenaga listrik dalam ajang Tokyo Motorcycle Show 2019.

Mengutip electrek, Sabtu (23/03/2019) motor ini didukung oleh baterai yang juga digunakan Honda dalam skuter maxi PCX Electric. Sistem pengisian baterai juga dirancang untuk dapat ditukar atau model swap. 

Bila mengusung baterai yang sama maka seperti yang pernah diungkap pada pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) tahun lalu, Honda memperlihatkan motor konsep berbasis PCX. 

Motor itu disebut PCX Electric. Mengutip laman resmi HondaPCX Electric dibekali baterai lithium ion berkapasitas 20.8Ahx2. 

BACA JUGA : Adu Kecepatan Racer Day Honda CBR Dan RC213V-S Di Sentul

Dengan baterai tersebut, jarak tempuh PCX Electric mencapai 41 km dengan kecepatan konstan 60 km/jam. Tenaga yang bisa dihasilkan baterai tersebut diklaim sekitar 0,98 kW.

Pada kesempatan tersebut, Honda juga mengenalkan CRF berbasis tenaga listrik, yang memiliki nama CR Electric. Namun sayangnya, baik untuk CR Electric atau Scooter Electric Benly belum terungkap spesifikasi lebih lanjut. 

Kendati demikian pabrikan asal Jepang ini memang berkomitmen untuk membawa kedua model tersebut ke jalur produksi dan bahkan telah menyebut model sebagai prototipe alih-alih konsep. Wah lumayan nih detikers bagi yang memiliki usaha antar barang. 

Biaya bahan bakar bisa ditekan karena tak motor tak lagi menggunakan bensin melainkan bisa dicas.
Unik, Honda Merilis Motor Listrik Untuk Angkut Barang
4/ 5 stars - "Unik, Honda Merilis Motor Listrik Untuk Angkut Barang" Otomotif -   Honda  kembali mengenalkan kendaraan listrik untuk pengiriman barang. Scooter Elektrik Benly yang sebelumnya berkapasitas mesin...



Otomotif - Sebelum kehadiran Suzuki Ertiga Sport, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sempat memasarkan Ertiga versi Dreza yang lebih Luxury. Mobil lebih mahal sekitar Rp 20 jutaan dibanding varian biasanya (pada awal peluncurannya).

Namun pada pertengahan tahun lalu tepatnya sejak All New Ertiga diluncurkan, varian Dreza diberhentikan pemasarannya. Hingga sampai saat ini, munculah Ertiga varian Sport yang menduduki sebagai model paling mahal dari mobil keluarga Suzuki di Indonesia tersebut (perbedaannya sekitar Rp 11 juta).

Dengan melihat hal itu, apakah alasan hadirnya Suzuki Ertiga Sport yang menggantikan varian Dreza karena harganya terlalu mahal? Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra menjawabnya.

BACA JUGA : Dengan Harga Yang Terjangkau Ertiga Sport, Suzuki Berharap Bisa Mendongkrak Pasar Otomotif

"Memang, sejak kita kenalkan All New Ertiga tahun lalu varian Dreza sudah tidak kita jual lagi. Alasannya, karena pengembangan produk kan kita sesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan konsumen sehingga diharapkan bila meluncurkan produk, itu bisa diterima masyarakat. Kita pun melihat trennya bagaimana," kata dia di peluncuran Suzuki Ertiga Sport di Kota Kasablanka, Jakarta.


"Tidak, Suzuki Sport ini hadir bukan karena ingin menggantikan varian Dreza. Karena segmentasinya berbeda. Dreza itu lebih ke luxurious sedangkan Ertiga Sport lebih mengarah pada keluarga muda yang ingin tampil stylish dan berjiwa sporty. Banderolannya pun berbeda," lanjut Donny.

Dari segi umur, kata Donny lagi, Suzuki Ertiga Sport lebih menyasar ke pasar lebih besar dibanding Ertiga Dreza. Yakni, usia 25-35 tahun.

"Dari segi demografis, usia 25 sampai 35 tahun itu besar dan mereka membutuhkannya mobil Low MPV bukan city car. Mereka juga membutuhkan produk yang berbeda, bukan hanya standar saja. Sehingga kita memutuskan untuk menghadirkan Suzuki Ertiga Sport. Sedangkan Dreza, menyasar kepada orang yang ingin tampil luxury yang sekarang sudah tergantikan oleh Ertiga varian teratas (GX)," paparnya.

"Dahulu, dua sampai tiga tahun segmen Dreza tinggi. Namun sekarang ada perubahan. Maka prioritas kita adalah lebih ke Suzuki Sport," kata Donny lagi.

Suzuki Ertiga Sport juga diharapkan mampu meningkatkan angka penjualan Eriga sebesar 20 persen, sama dengan awal kehadiran Ertiga varian Dreza saat pertama kali diperkenalkan. Dalam angka, berarti berkisar di 600 unit tiap bulannya (Dari 3.000 unit/bulan).
Ertiga Sport Di Gosipkan Rilis Untuk Menggantikan Dreza, Begini Penjelasannya
4/ 5 stars - "Ertiga Sport Di Gosipkan Rilis Untuk Menggantikan Dreza, Begini Penjelasannya" Otomotif -  Sebelum kehadiran Suzuki  Ertiga  Sport, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sempat memasarkan  Ertiga  versi Dreza yang lebih Luxur...
Powered by Blogger.